Apakah benar PayTren dibekukan BI ?

Layanan isi ulang uang elektronik atau e-money PayTren dibekukan oleh Bank Indonesia. Apakah benar PayTren dibekukan BI ? Seperti diketahui, PayTren adalah aplikasi pembayaran online yang didirikan oleh Ustadz Yusuf Mansur untuk kemudahan transaksi sekaligus peluang bisnis 

Tak hanya PayTren milik Ustadz Yusuf Mansur, sejumlah layanan isi ulang uang elektronik lain seperti tokopedia, shoppe dan bukalapak juga bernasib sama.

Berdasarkan Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 16/11/DKSP tanggal 22 Juli 2014 tentang Penyelenggaraan Uang Elektronik, penerbit uang elektronik wajib mendapatkan izin dari BI jika floating fund mencapai Rp 1 Miliar.

Layanan uang elektronik Tokopedia, Tokocash untuk sementara waktu tidak dapat digunakan. Terhitung 13 September 2017. Namun, seluruh fitur TokoCash seperti transaksi, cashback, refund dan redeem Gift Card masih berfungsi seperti biasa.

Pada laman resmi Bukalapak, tertulis mulai 2 Oktober 2017, fitur top up (tambah saldo) BukaDompet akan dinonaktifkan karena Bukalapak akan menjalankan proses untuk mendapatkan lisensi e-money dari Bank Indonesia. 

Dari laman resmi Shopee, efektif per 18 September 2017 layanan isi ulang atau Top Up Shopeepay tidak tersedia untuk sementara

Gubernur Bank Indonesia, Agus Martowardojo meminta penerbit uang elektronik untuk mengajukan izin penyelenggaraan. Ini demi perlindungan kepada konsumen. Jika ada penerbit uang elektronik belum mengajukan izin, maka Bank Indonesia akan terus meminta institusi tersebut untuk mengurus perizinan.

Di lokasi yang sama, Direktur Program Elektronifikasi Departemen Kebijakan dan Pengawasan Sistem Pembayaran BI, Pungky Purnomo Wibowo, menjelaskan saat ini sejumlah pemilik uang elektronik seperti Tokopedia, Bukalapak, Shopee, dan PayTren sedang memproses izin ke BI.

Proses perizinan bisa keluar paling cepat 35 hari kerja dan bisa diaktifkan kembali. “Tapi itu jika perusahaan sudah memenuhi persyaratan dan dokumen yang diminta oleh Bank Indonesia,” kata Pungky.

Menurut Pungky jika seluruh persyaratan sudah dilengkapi. Maka BI akan mengizinkan kembali layanan isi ulang uang elektronik tersebut.

Sumber Informasihttps://finance.detik.com/moneter/d-3673720/alasan-bi-bekukan-isi-ulang-e-money-tokopedia-hingga-paytren

Fakta tentang PayTren yang dibekukan Bank Indonesia

1.PayTren sudah mendapat sertifikat Syari'ah dari DSN MUI

Saat ini, PayTren yang didirikan oleh Ustad Yusuf Mansur sudah mengantongi sertifikat industri keuangan syariah dari Dewan Syari’ah Nasional Majelis Ulama Indonesia atau DSN MUI

2. Mengusung konsep Syariah

Bisnis PayTren adalah Bisnis Network (Berjenjang) atau biasa disebut Multi Level Marketing (MLM). Alhamdulillah PayTren sudah memenuhi Perspektif Syariah dari cara bisnisnya.

Di PayTren tidak ada paksaan terhadap mitra-mitranya untuk tutup poin atau kejar target, melainkan semua dikembalikan kepada mitranya, apakah mau menjadi pengguna aplikasinya saja atau mau sekaligus menjadi pebisnis juga

Berikut pandangan Ust. Irfan Syauqi Beik, Ph.D di acara Meeting Leader PayTren Nasional yang dimana beliau adalah salah satu anggota Dewan Syariah Nasional dari MUI dan pakarnya bisnisnya

Alhamdulillah sekarang beliau sudah menjadi Komisaris PayTren sehingga benar-benar PayTren menjadi bisnis MLM pertama yang benar-benar Syariah

3. Pendiri PayTren, Ustad Yusuf Mansur sempat dilaporkan ke polisi masalah investasi

Dari mulai tudingan investasi bodong  hingga pengaduan dari para investor  yang salah alamat, Ustad Yusuf Mansur sempat dilaporkan ke Polda Jatim atas tuduhan penipuan oleh nasabahnya (sebenarnya pengaduan dari investor itu bukan ke paytren tapi ke kasus moyovidi & Hotel siti)

Dan ini reaksi Ustad Yusuf Mansur melalui akun Instagram nya ketika dirinya ada yang mau melaporkan 

buat kwn2 media... . . urat rizki itu, aneh. . . bila ada tamu agung, tamu mulia, tamu hebat, mau dtg ke rumah... maka tuan rumah seyogyanya bersih2. nyapu2. ngepel2. bahkan ngecat ulang. menata sana menata sini. untuk menyambut datangnya tamu tsb. . . ada kalanya, seseorang ga bisa bersih2 sendiri. maka turunlah bantuan dari yang lain, u/ bersih2. . . keren. . . Allah, sebagai Yang Punya Rizki, mau datangin banyak rizki ke saya, Yusuf Mansur, yang terlahir dg nama hebat dg Izin Allah, pemberian orang tua: Jam'an Nurchotib Mansur. Dan Allah Maha Tahu, saya ga sanggup bersih2. Ga sanggup ngepel diri sendiri, ga sanggup nyapu diri sendiri. Maka Allah Turunkan Bantuan. Allah Pilih Hamba2Nya menjadi alat untuk membersihkan saya. Menyapu dan mengepel saya. . . Mengotori muka saya kah? . . Hehehehe. Engga banget. Beda konsep. Beda cara pandang. . . Saya malah berterima kasih kepada Pelapor. Bener2 berterima kasih. Terima kasih Pak Darso dkk. . . Dan selama Allah Lihat, saya belom bersih... Akan terus dibersihkan. Dan ini, melegakan. Menggembirakan. . . Setelah bersih, tamu itu pun akan datang dan didatangkan Allah. . . Siapa tamunya? Di antaranya segenap penduduk bumi, yang akan menggunakan Paytren. Siapa lagi? Valuasi 20T, dg manggung di IPO Internasional? Siapa lagi? Sertfiikasi Izin DSN MUI, Izin LKD dan EMoney dari OJK/BI, Izin MIS (Manajer Investasi Syariah) dari OJK/BI, Izin MoneyChanger, Payment Gateway... Dan mungkin akan ada banyak tamu yang lain yang akan dibawa serta sekalian. Misalnya, tamu S3 dan gelar profesor... Hehehe. Kan saya baru di ujung S2... Dan lain sebagainya. . . Jadi, laa tahzan, walaa takhof. Innallaaha ma'anaa. Lagian, dilaporkan ke polisi itu, cakep banget. Yang repot, kalo dilaporin ke mertua, hehehe. Ke polisi mah malah keren. Saya cuma titip pesen, agar perkara ini dituntaskan sebaik2nya. Agar jangan gaduh lagi. Dan saya bisa bersaudara sama seluruh pelapor, yakni Pak Darso cs. Bila saya ada salahnya, polisi akan menuntun saya u/ menyelesaikannya. Kecuali, mereka emang ga pengen selesai, ya mungkin akan lain perkaranya. Artinya, ada tujuan lain. Bukan penyelesaian perkara. . . Inilah urat rizki yang aneh. Dan saya melihat ini semua.

A post shared by Yusuf Mansur (@yusufmansurnew) on

Pak Hari Prabowo selaku CEO PayTren menjelaskan lewat akun instagramnya, tentang bisnis Paytren yang dijalaninya serta prinsip hidup tentang cara mengelola fitnah yang diperoleh dari Ustaz Yusuf Mansur.

Unggahan Pak Hari ini dibuat sebagai tambahan informasi atas postingan pemilik akun Ippho Santosa & Tim Khalifah.

“PayTren saat ini, bukan hanya semata mata bisnis yang bisa diukur dengan uang,” tulisnya. Menurut Pak Hari, bisnis Paytren bisa bertumbuh karena banyak orang yang bersyukur dan mendoakan.

“Bahasa kerennya adalah “Blessing” yang Alhamdulillaaah mengantar kami mendapatkan “kemudahan2” selain juga “dibersihkan” melalui tangan2 lain yg dalam kacamata “umum” disebut sebagai pemberitaan “negatif”,” katanya.

Sementara Ippho Santosa dan Tim Khalifah dalam unggahannya menyebut jika perputaran bisnis Paytren saat ini sudah mencapai triliunan rupiah. Dia tak menampik jika ada satu atau dua investor yang tak puas investasinya.

“YM malah nombokin rugi itu setiap bulannya. Cuma, sbgn orang nggak mau tahu. Pengennya untung & harus skrg. Ini yang repot…”

Bantu #Share Yah

Supaya semakin bermanfaat bagi orang lain. Terimakasih ^ ^

WhatsApp chat