PayTren Halal atau Haram, Systemnya kan Multi Level Marketing

PayTren halal atau haram? apakah paytren haram ? Halal kah bisnis PayTren ? Itu adalah pertanyaan yang pernah beberapakali masuk ke chat saya dari calon mitra yang ingin mendaftar PayTren

****

Dewan Syariah Nasional MUI menetapkan fatwa No 75 Tahun 2009 tentang Pedoman Penjualan Langsung Berjenjang Syariah

Yang dimaksud Penjualan Langsung Berjenjang adalah cara penjualan barang atau jasa melalui jaringan pemasaran yang dilakukan perorangan atau badan usaha kepada sejumlah perorangan atau badan usaha lainnya secara berturut-turut.

Pengertian ini mengarah pada praktik penjualan secara Multi Level Marketing. Fatwa ini menjelaskan bahwa sistem penjualan seperti itu hukumnya BOLEH dengan sejumlah syarat yang harus dipenuhi (yajuzu bisyuruth), yaitu:

1. Obyek transaksi riil

Ada obyek transaksi riil yang diperjual belikan berupa barang atau produk jasa, bukan sesuatu yang haram dan atau yang dipergunakan untuk sesuatu yang haram. Di Paytren kita menjual sebuah Hak Usaha yang Sebuah Lisensi pergunakan di Aplikasi.

“Lisensi adalah izin yang diberikan oleh pemilik merek terdaftar kepada pihak lain melalui suatu perjanjian berdasarkan pada pemberian hak (bukan pengalihan hak) untuk menggunakan merek tersebut, baik untuk seluruh atau sebagian jenis barang dan/atau jasa yang didaftarkan dalam jangka waktu dan syarat tertentu”

Contoh Barang yang Bisa di lisensikan:

Perangkat lunak (software) komputer misalnya linsensi windows, ciptaan Bell Gadees, lisensi program anti virus, lisensi microsoft office dll. Rata-rata Harga Perlisensi berkisar 1jtan dan setiap tahun harus di update.

2. Tidak mengandung unsur gharar

Transaksi tersebut tidak mengandung unsur gharar (ketidakjelasan yang menimbulkan perselisihan), maysir (perjudian), riba, dharar (kerusakan), dan dzulm (ketidakadilan)

Insya Allah yg ngejalanin bisnis Paytren menjalankan dengan semestinya ,  tidak  melanggar kode etik Paytren,  tidak pake serobot kanan-kiri

3. Tiada ada biaya berlebih

Tidak ada harga/biaya yang berlebihan (excessive mark up) sehingga merugikan konsumen karena tidak sepadan dengan kualitas/manfaat yang diperoleh.

 4. Komisi Nyata

Komisi yang diberikan perusahaan kepada anggota, baik besaran maupun bentuknya, harus berdasarkan pada prestasi kerja nyata dengan volume atau nilai hasil penjualan barang atau jasa, dan harus menjadi pendapatan utama mitra usaha dalam penjualan sejenis MLM ini.

5. Bonus Harus Jelas

Bonus yang diberikan perusahaan kepada anggota (mitra usaha) harus jelas jumlahnya ketika dilakukan transaksi (akad), sesuai target penjualan barang/jasa yang ditetapkan perusahaan. Bisa dilihat Marketing Plan Paytren, tentang pembagian komisi sampai dengan rewardnya

6. Tidak ada komisi secara pasif yang diperoleh reguler

Tidak ada komisi atau bonus secara pasif yang diperoleh reguler. Artinya tidak ada penghasilan tanpa melakukan pembinaan dan atau penjualan barang atau jasa 

Bisnis di Paytren ini ADIL. Meskipun senior  tidak bisa dapat penghasilan dengan hanya ongkang-ongkang kaki tanpa bekerja atau melakukan pembinaan  sebelumnya

7. Komisi tidak menimbulkan ighra’

Memberikan komisi atau bonus oleh perusahaan kepada anggota tidak menimbulkan ighra’ (daya tarik luar biasa yang menyebabkan orang lalai terhadap kewajibannya).

8. Tidak ada eksploitasi

Tidak ada eksploitasi dan ketidakadilan dalam pembagian bonus antara anggota pertama dengan anggota berikutnya.

Mengulang dari pembahasan di poin ke 6 Kita diberikan bonus dari hasil kegiatan Pembinaan melalui kegiatan-kegiatan dan seminar positif dari berbagai daerah yang di Wadahi dalam sebuah OPT. sudah bukan rahasia bahkan ada yang namanya ‘kesundul’ yaitu posisi level downline sama kaya uplinenya…atau bahkan  level downline bisa saja melebihi uplinenya.

Gak peduli siapa yang masuk duluan, siapa yang lari nya lebih kenceng, dia yang bisa cepet naik, dia yang bisa punya bonus lebih banyak jadi adil yaaaa… bonus diberikan pada mereka sesuai dengan ‘hasil kerja’ mereka

9. Sistem perekrutan keanggotaan

Sistem perekrutan keanggotaan, bentuk penghargaan dan acara seremonial yang dilakukan tidak mengandung unsur yang bertentangan dengan akidah, syariah dan akhlak mulia, Seperti syirik, kultus, maksiat, dan lain-lain.

Bagaimana…Apakah Paytren Haram ??? 

Bantu #Share Yah

Supaya semakin bermanfaat bagi orang lain. Terimakasih ^ ^

WhatsApp chat